أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلالَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
(QS.2:16)

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلالَةَ بِالْهُدَى

Isim Isyarat ulaaika adalah Mubtada’, dan kalimat alladziinasytaro-wudldlolaalata adalah Khobarnya, dimana kata al-ladziina adalah Isim Mausul, dan fi’il Madhi isytarou adalah Silahnya, dan kata adl-dlolaalata adalah Maf’ulnya, dan Jar Majrur bil-huudaa adalah Muta’alliq dengan fi’il Madhi isytarou.

فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ

Kata fa adalah huruf Athaf yang artinya maka, dan kata maa adalah Maa Nafiyah/yang meniadakan, dan kata robihat adalah fi’il Madhi, dimana ta yang bersukun diakhirnya menunjuk kepada makna perempuan, dan Mudhof Mudhof Ilaihi tijaarotuhum adalah Fa’il dari fi’il Madhi robihat.

وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

Kata huruf Wawu mengathafkan kalimat sesudahnya kepada kalimat sebelumnya yakni kalimat maa robihat tijaaarotuhum, dan kata maa adalah Maa Nafiyah/yang meniadakan, dan fi’il Madhi kaanuu adalah terdiri dari kaana dan Isimnya yang Khobarnya adalah kata muhtadiin.